Sejarah Desa PONDOK
Menurut cerita sejarah para sesepuh di Desa Pondok, mereka menceritakan bahwa Pada jaman kerajaan dahulu di Jawa Timur, tepat PONOROGO terjadi peperangan besar. Prajurit dari PONOROGO banyak yang melarikan diri, karena menderita kelelahan, diantaranya ada yang melarikan diri disuatu Desa yang sekarang ini dinamakan “PONDOK”.
Prajurit yang melarikan diri tersebut ada salah seorang yang menderita luka, maka tidak dapat melanjutkan perjalanan. Maka sejumlah prajurit tersebut tinggal untuk beberapa waktu di Desa tersebut. Lebih–lebih yang menderita luka adalah pimpinannya yang bernama Kyai Anggamaya. Karena lukanya sangat parah, akhirnya meninggal di tempat itu, jenasahnya juga dimakamkan ditempat itu pula. Karena para prajurit tadi selama merawat pimpinannya sampai meninggal dan memakamkannya bukan ditempatnya sendiri, maka kemudian tempat itu diberi nama PONDOK. Sebab mereka mondhok disitu sampai beberapa lama, baru kemudian meninggalkan tempat itu setelah pimpinannya meninggal.
Makam tersebut masih ada dan oleh masyarakat Dukuh Pondok dianggap sebagai Cikal Bakal atau Punden yang selalu dirawat secara gotong royong oleh warga Dukuh Pondok tersebut. Karena asalnya dari Ponorogo, maka makam tersebut terkenal dengan nama “MBAHMU ROGO” (Nenekmu dari PONOROGO) walaupun nama aslinya “Kyai Anggamaya”. Demikianlah asal usul nama “PONDOK”.
Adapun Kepala Desa Yang Pernah Menjabat Di Desa Pondok adalah sebagai berikut :
- Joyosetoto Iman Anom : Th. 1920 – 1944
- Darmosumarjo : Th. 1944 – 1965
- Sunarjo : Th. 1966 – 1967
- Suyoto Sindu Maryoto : Th. 1967 – 1968
- Sutiman : Th. 1968 – 1980
- Dasuki : Th. 1980 – 2006
- Sudarno : Th. 2006 – sekarang